Kamis, 30 April 2015

Phuket Island

Menjelajahi dan mengunjungi suatu tempat wisata yang belum pernah dikunjungi sebelum nya ada sesuatu yang menarik dan mengasikan.. menjadi tantangan tersendiri untuk mempelajari kebudayaan negara lain dan menikmati keindahan pariwisatanya.



Salah satu wisata yang pernah saya kunjungi pada tahun 2010 adalah Pulau Phuket yang terletak di wilayah selatan Negara Thailand dan merupakan  primadona pariwisata di Thailand.
Meskipun Phuket merupakan pulau kecil namun keindahan yang ditawarkan sangat memukau dan surga bangeeet..
awal nya saya tertarik dengan phuket karena sering nya melihat foto2 pulau2 indah yang ada di dunia melalui internet dan juga film The Beach yang shutting di salah satu lokasi Pulau Phuket, dan tak ketinggalan ajakan dan hasutan dari teman2 kantor untuk berlibur hehehe...




Untuk mencapai Pulau Phuket, dapat ditempuh dengan mengunakan pesawat terbang dari bandara Soekarno Hatta langsung menuju Bandara Internasional Phuket tanpa harus transit.dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam penerbangan dan tidak ada perbedaan waktu antara phuket dengan Jakarta.

Sore hari menjelang malam kami tiba di Bandara Internasional Phuket, dan mulai mencari informasi untuk transportasi mencapai hotel yang sudah kami pesan,  karena kendala bahasa kami pun cukup kesuliatan untuk berkomunikasi dengan masyarakat yang ada, perlu sedikit berhati2 lho dengan calo2 yang menawarkan jasa antar jemput dan calo wisata lain nya. hingga akhirnya kami mengumpulkan brosur2 serta peta wisata phuket yang berdapat di bandara dan akhirnya kami tertuju pada sebuah counter paket wisata yang menawarkan one day tour berwisata ke pulau Phi2 dengan menggunakan kapal cepat yang cukup nyaman dengan biaya sekitar 1,200 bath atau kurang lebih 400rban. dan termasuk dengan antar jemput ke hotel tujuan kami.... yeaaaah...

Kami menginap di Seeka Boutique Resort berlokasi di Nanai Road, Patong Beach.. walaupun tidak terletak di pinggir pantai Patong, namun hotel ini cukup nyaman dengan kamar yang luas dan memiliki balkon serta tersedia jasa shuttle bus khusus penghuni hotel untuk menuju Patong Beach.



Patong Beach hampir mirip dengan Pantai Kuta bali, berpasir putih, ombak yang tenang dan dihiasi dengan kursi santai lengkap dengan payung nya yang berwarna warni, patut saja pantai ini merupakan tempat favorit para turis untuk berjemur dan bersantai.


jangan lupa juga mencoba mencicipi cemilan2 yang ditawarkan di sekitar bibir pantai yah... mulai dari kelapa muda thailand, rujak, macam2 gorengan hingga ayam bakar keliling yang super suder wuangi hahaha...


Keesokan pagi hari nya, mobil tour pun menjemput kami di hotel untuk bersiap berangkat ke Rasada Harbour  dan bertemu dengan tour guide kami. kapal yang kami tumpangi cukup besar dengan fasilitas full ac dan tersedia makan siang serta sore dengan coffee break.
namun tetap saja kami memilih untuk naik ke atas kapal untuk menikmati suasana terbuka hembusan angin dan hamparan luas lautan.


perjalanan  kurang lebih 40 menit untuk sampai dipersinggahan pulau yang pertama yaitu Pulau Khai / Koh Khai. dan kami pun harus pindah ke kapal nelayan yang lebih kecil untuk menuju pulau Khai, pelampung dan alat snorkeling mulai dibagian oleh tour giude kami sesaat tiba di pulau Khai.




Dari kejauhan kami dapat melihat pulau Khai memiliki pasir putih yang bersih dan dihiasi payung2 kursi pantai yang berwarna pelangi. terdapat tebing-tebing batu juga yang mengelilingi pulau kecil ini. aktivitas yang kami lakukan di pulau ini adalah snorkeling. dan dipulau ini terkenal dengan banyak nya ikan2 kecil yang cantik datang untuk mengerembungi para wisatawan yang snorkeling disitu.
air nya yang jernih membuat ikan2 tsb jelas terlihat walaupun tak harus snorkeling ke air yang lebih dalam. apalagi kalau ditaburkan roti disekitar kita.. dijamin ikan-ikan tersebut berebutan untuk makan.

1 jam menikmati pulau Khai, kami pun beranjak ke pulau selanjutnya yang tak jauh dari pulau Khai yaitu Pulau Maya/ Maya Bay.



Yaaah ini adalah pulau terindah yang pernah saya kunjungi, sepanjang perjalanan mata kita akan dibuat kagum oleh tebing2 batu raksasa yang berjejer indah dengan air laut yang hijau bening hingga ke dasar. tak salah apabila pulau ini dijadikan lokasi shouting The Beach. Pulau maya sendiri memang tidak terlalu besar namun keindahan yang diberikan sangat memukau, rugi rasanya apabila tidak diabadikan dengan berfoto2 dan menikmati berenang di tepi pulau ini. Kereeennn...



Pulau Phi2 adalah tujuan terakhir kami, pulau phi2 memang lebih yang paling besar dari pulau2 lain nya. dan terdapat sebuah dermaga saat mendarat di pulau ini.



Phi2 cukup ramai dan disini kita bisa menjumpai banyak kios2 yang menawarkan bermacam2 oleh2 khas mulai dari kaos, pakaian, pernak pernik hiasan hingga jajanan kecil. dan untuk menuju ke pantai kita memang harus melawai kios2 oleh2 tersebut di sepanjang perjalanan. hati2 untuk tergoda membeli nih heheehhe...


Pantai Phi2 cukup indah, air laut yang tenang dikelilingin tebing2 tinggi yang menawan dan banyak terdapat perahu Tri Yak untuk disewakan.
cukup nyaman untuk beristirahat di pulau ini, kafe2 dan restoran berjajar di sepanjang pinggir pantai dan dikelilingi oleh pohon kelapa sehingga membuat suasana sangat teduh dan santai.



Hari terakhir di Pulau Phuket kami habiskan dengan berjalan2 di sekitar pantai Patong, berbelanja oleh2, berkunjung ke Hard Rock Cafe Patong, hingga ke Mall yang terkenal di Patong yaitu Jung Ceylon.





oleh2 di pulau phuket ini termasuk murah2 hampir sama dengan bali, hanya saja tawar menawar wajib dilakukan apabila ingin berbelanja dengan harga yang lebih murah.
nikmati juga kendaraan umum khas Thailand yah.. yaitu Tuk2 yang mirip dengan Bajaj... asikkk pokoknya..





Sekian sedikit cerita pertualangan ke Pulau Phuket Thailand, sebenarnya banyak perjalanan yang sudah saya lupa hehehehe maklum sudah lama sekali sya tidak mengunjungi Phuket. smoga ada kesempatan di lain waktu untuk berkunjung ke Phuket karena masih banyak wisata yang belum saja kunjungi contohnya James Bond island, museum patung budha dan city Tour pulau phuket nya.. sooo sampe ketemu dicerita liburan lain nya.. byeeee....


Selasa, 28 April 2015

Pulau Tengah Karimun Jawa

Pulau Tengah di Karimunjawa merupakan pulau yang bisa dibilang wajib di kunjungi apabila kita wisata atau liburan ke karimun jawa. Pulaunya lumayan indah dan sudah memiliki beberapa fasilitas yang memadai, kalau tidak bisa dikatakan lengkap. Ada dermaga, wc umum atau kamar mandi untuk bilas, penjual makanan dan minuman, bangunan khas suku bugis (rumah panggung), dan yang bikin kerasan adalah banyak pohon dan hamparan rumput hijau sehingga membikin wisatawan betah berlama-lama di pulau ini.

pulau tengah karimun jawa

Bibandingkan dengan pulau-pulau di kepulauan Karimunjawa lainnya, pulau ini sangat cocok untuk dijadikan wisata keluarga dan juga bisa untuk belajar snorkeling karena terdapat 2 spot snorkeling disekitar pulau ini. Tidak terlalu jauh dari Pulau Tengah ada Pulau Kecil yang juga sering dijadikan spot snorkeling karena banyak dihuni oleh ikan hias.

snorkeling di pulau tengah karimun jawa

Keadaan laut di pulau tengah cukup tenang sehingga cocok sekali untuk berendam di laut. Terdapat juga pantai dengan pasir putih yang cukup panjang, cocok bagi anda yang suka bermain pasir atau berjemur di pantai. Pulau Tengah ini dihuni oleh 2 orang suami istri sebagai penjaga dan perawat pulau sekaligus sebagai penjual makan dan minuman. Luas pulau tengah sekitar 4 hektar dan terletak di bagian timur pulau utama, Karimunjawa.

terumbu karang perairan pulau tengah karimun jawa

Bagi yang suka wisata snorkeling ada spot dengan keindahan terumbu karang di depan dan di belakang pulau tengah. Anda ingin berfoto dengan nemo? Cari saja di sini! Biasanya nemo bermain di karang-karang, tapi masalahnya biasanya cukup dalam. Anda bisa langsung meminta tolong kepada guide tour (karimun jawa kita) untuk berfoto bersama nemo. Nanti langsung akan dibantu untuk didekatkan dengan nemo maupun binatang unik lain.

Kamis, 23 April 2015

LIBURAN BOGOR : MURAH MERIAH KE KEBUN RAYA BOGOR


 
Sebelumnya kita cari tahu dulu yuk sejarah Kebun Raya Bogor seperti apa,

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.
 Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.
Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.
Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti "tidak perlu khawatir"). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).
Sekitar 47 hektaree tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).
Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.
Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 - 1905).
Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf internasional.
Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah perca, tebu, ubi kayu, jagung dari Amerika, kayu besi dari Palembang dan Kalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti
  • ’s Lands Plantentuin
  • Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
  • Botanical Garden of Buitenzorg
  • Botanical Garden of Indonesia
  • Kebun Gede
  • Kebun Jodoh
Kebun Raya Bogor juga sangat cocok untuk Wisata Pendidikan, Tempat Wisata Terindah - Kebun Raya Bogor memiliki luas lahan sekitar 87 ha dengan memiliki koleksi berupa tanaman sekitar 15.000 jenis. Kompleks Kebun Raya Bogor selalu dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun dunia. Sebagian pengunjung hanya sekeda ringin menyaksikan berbagai koleksi di Kebun Raya Bogor, sebagian lainnya untuk tujuan penelitian dan akademis. Didalam kompleks Kebun Raya Bogor terdapat beberapa museum yang berhubungan dengan pendidikan, seperti Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan lain-lain. Oleh sebab itu Kebun Raya Bogor banyak dikujungi oleh rombongandari sekolah yang ingin study tour karena memang sangat bagus untuk mengenalkan pada para siswa tentang tumbuh-tumbuhan yang sebagian sudah sangat langka.

Jembatan (putus) cinta di Kebun Raya Bogor, fakta atau mitos? Kebun Raya Bogor juga mempunyai mitos seperti tempat-tempat wisata yang lain yang sudah di kenal oleh masyarakat setempat namun tidak banyak diketahui oleh para wisatawan. Terlebih jika mengabadikan momen cinta di Jembatan Merah. Pasalnya banyak cerita, di mana pasangan kekasih akhirnya berpisah setelah melalui jembatan bercat merah yang berada di atas Kali Ciliwung itu.

Percaya atau tidak banyak yang meyakini jika pacaran di Kebun Raya ini akan berakhir kandas. Jembatan gantung merah di Kebun Raya disebut sebagai penyebabnya. Mitos keberadaan jembatan gantung yang tak jauh dari taman garuda ini hingga kini masih menyimpan banyak tanda tanya.

"Banyak yang bilang begitu, kalau pacaran di sini biasanya hubungannya gak bakal langgeng. Konon katanya karena jembatan gantung itu, dan tidak hanya di sini, di beberapa objek wisata di tempat lain yang ada jembatan gantung mitosnya juga seperti itu," sambung Dadan, seorang pegawai di Kebun Raya Bogor.

Dadan yang sudah bekerja hampir 15 tahun di kebun seluas 87 Ha menyebut bahwa mitos itu sudah terlanjur mengakar kuat di masyarakat khususnya kota hujan ini. namun ada percaya ada juga yang tidak.

"Tapi itu balik lagi ke diri kita masing-masing. Mungkin kalau bener itu hanya kebetulan saja, dan saya kira masih banyak yang langgeng walaupun pernah pacaran di sini," terangnya. Jembatan gantung ini memang tergolong istimewa. Penahan utama jembatan ini adalah kabel besi fleksibel yang terbentang antara satu sisi dengan sisi yang lain. Dengan model gantung tersebut, jembatan bisa merentang dengan jarak yang cukup jauh tanpa harus membuat pilar-pilar kuat yang menyangganya di tengah-tengah. Salah satu contoh gantung yang paling terkenal adalah The Golden Gate of San Fransisco.

Namun ada mitos lainnya yang bekebalikan dengan Jembatan Merah yaitu Pohon Jodoh,



Ssst, Ini Mitos Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor

Di dekat jembatan merah tersebut terdapat sepasang pohon raksasa dengan bangku di tengahnya. Sepasang pohon ini lekat dengan mitos cinta sehingga disebut 'pohon jodoh'.

"Ada 2 pohon di sini, umurnya sama sekitar 140 tahun. Yang sebelah kiri konon pohon pria, yang sebelah kanan pohon wanita," tutur salah satu pemandu Kebun Raya Bogor.

Pohon pria, lanjutnya, adalah Meranti. Kayunya lebih hitam dan lebih kuat dibanding pohon wanita yakni Beringin Putih.

"Mitosnya, konon dulu ada yang bertemu di sini kemudian mereka kenalan, dan jadian, dan seterusnya. Dan makin banyak orang yang menemukan jodoh di sini," tambah sang pemandu.

Mitos ini juga rupanya sering dikaitkan dengan makam Ratu Galuh yang terletak di dekat pohon jodoh. Komplek makam istri Prabu Siliwangi itu konon punya kekuatan untuk menarik jodoh.

Tak heran, mitos pohon jodoh ini mengundang banyak rasa penasaran. Namun, kembali lagi ke kepercayaan masing-masing. Banyak juga turis yang percaya kekuatan mitos Jembatan Putus Cinta.

Kalian berani nggak ngajak pasangan kalian liburan kesini,,,,heehehee

Hasil foto-foto kunjunan saya saat liburan ke Kebun Raya Bogor:

bersama keluarga kecil kakak saya
saat duduk diantara pohon jodoh

PANTAI KARANG JAHE REMBANG

 


Menikmati keindahan pantai utara Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Rembang ini seakan tak dapat dihabiskan dalam waktu satu hingga dua hari. Debur ombak dengan bibir putih pasir pantainya, serta deretan tambak garam menggapai cakrawala menjadikan pemandangan indah yang tak dapat dilupakan kala melewati jalur pantai utara kota Rembang – Lasem ini. Keindahan bahari yang ditawarkan menawan hati untuk mampir ke tanah Situs Perahu Kuno ini. Ya, sebuah pantai yang menawarkan halusnya pasir putih dan masih natural ini menjadi andalan utama kota Rembang.

Salah satu potensi wisata pantai di Kabupaten Rembang yang mempesona menjadi daya tarik wisatawan. Pada awal mulanya dengan tujuan untuk mengurangi abrasi pantai dilakukanlah penanaman ribuan pohon cemara, hal tersebut ternyata memberi kan hasil melebihi apa yang diharapkan.  Pohon cemara tumbuh dengan baik disepanjang tepian pantai dan sekarang tingginya ada yang sudah mencapai  tiga meter lebih.

Tempat Wisata Pantai Karang Jahe ini untuk menjangkaunya cukup mudah, Pantai ini berada sebelah utara Desa Punjulharjo yang berada di tengah – tengah jalur utama pantura kabupaten Rembang – Lasem, lebih tepatnya di JL. Rembang – Lasem Km 7.5 Desa Punjulharjo Kabupaten Rembang. Sebelum masuk ada gapura yang bertulisakan Desa Punjulharjo masuk ke arah utara lebih kurang 800 meteran.

Pantai yang mempunyai keunggulan hamparan pasir putih dan ribuan pohon cemara sepanjang  1 KM kini bisa menjadi tujuan wisata bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi keindahan laut dengan barisan pohon cemara yang rindang dan hamparan butiran-butiran pasir putih yang masih bersih dan natural.

Tak hanya panorama pantai berpasir putih yang landai, Pantai Karang Jahe juga mempunyai terumbu karang yang sering penduduk desa Punjulharjo sebut Karang Jahe, terumbu karang yang banyak menawarkan keindahan ini siap memberi nuansa warna bawah lautnya, warna warni ikan dan warna terumbu karang yang menawan bisa kita nikmati dengan menyewa perahu nelayan yang ada di sekitar tepi pantai.
Pantai ini juga sangat cocok digunakan untuk kegiatan Outbound, foto session pre wedding atau foto session model. Menikmati indahnya sunrise atau sunset menjadi pilihan yang layak untuk diperhitungkan sebagai destinasi wisata anda bersama keluarga.
 
Anda juga tidak harus memerlukan biaya mahal untuk bisa sampai ke wisata ini, cukup dengan membayar parkir Rp.2000,- untuk kendaraan motor dan Rp.4000,- untuk mobil. Ada juga diantara para wisatawan yang membawa kendaraannya ke bibir pantai. Setelah menikmati keindahan pantai pastinya anda merasa lapar,namun tidak perlu khawatir karena warga setempat yang membuka warung makanan ringan atau sekedar menikmati segarnya es kelapa muda. Segeralah para penikmat keindahan alam berkunjung ke tempat Pantai Karang Jahe ini.


Selasa, 21 April 2015

Danau Lotus Terbesar Kedua di Dunia Ada di Flores


Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan berbagai danau. Ada danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, ada danau vulkanik yang aktif dengan nama Danau Sano Nggoang. Bahkan ada Danau Ranamese yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang berada di pinggir jalan Transflores Borong-Ruteng.

Pulau, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT, danau tiga warna, Kelimutu, vulkanik, Danau Sano Nggoang, Danau Ranamese, bunga, lotus, wisata lombok, backpacker, wisata indonesia, liburan, wisata tiket,

Selanjutnya, ada sebuah danau di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur yang sangat berbeda dengan danau-danau lainnya. Danau itu adalah Danau Rana Tonjong yang merupakan danau lotus (Nelumbo nucifera) raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau serupa di India.

Dalam dialek Manggarai Timur, 'rana' berarti danau dan 'tonjong' berarti lotus. Danau ini sudah berusia ratusan tahun. Di sekitar danau ini ada persawahan milik masyarakat Pota. Bahkan, bunga lotus ini bisa mekar tergantung air yang masuk ke danau.

Danau ini memiliki luas 2,5 hektar yang selalu mekar pada April-Juni setiap tahun. Bahkan biji lotus ini bisa dimakan oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kadar protein dari biji lotus ini sangat tinggi. Warga sekitar danau ini yang berasal dari warga Kelurahan Pota selalu mengambil buahnya untuk dimakan bahkan anak-anak sekolah juga makan buah lotus.

Demikian dijelaskan Abdullah Masjuban, pegawai harian lepas Dinas Pariwisata Manggarai Timur kepada KompasTravel di Pota, Kamis (9/4/2015).

Masjuban menjelaskan, wisatawan asing dan domestik sudah mengetahui bulan mekarnya lotus ini sehingga setiap tahun mereka berkunjung ke Pota untuk melihat keunikan dan keindahan lotus terbesar kedua di dunia ini.

“Saya yang selalu memandu wisatawan dan tamu yang ingin melihat keindahan danau lotus yang hanya ada di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas. Wisatawan asing sudah mengetahui lotus terbesar di wilayah ini. Mereka biasanya datang dari Labuan Bajo atau datang dari Maumere yang dibawa oleh pemandu-pemandu di Pulau Flores,” jelasnya.


Pulau, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT, danau tiga warna, Kelimutu, vulkanik, Danau Sano Nggoang, Danau Ranamese, bunga, lotus, wisata lombok, backpacker, wisata indonesia, liburan, wisata tiket,
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Bunga lotus sedang mekar di Danau Rana Tonjong, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Danau Rana Tonjong merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.

Tim ekspedisi utara yang terdiri dari jurnalis dan pegawai dari beberapa instansi di Kabupaten Manggarai Timur berkunjung ke Danau Rana Tonjong di saat lotus itu sedang mekar. Satu danau yang terbesar di Manggarai Timur dipenuhi oleh bunga-bunga lotus. Tim ekspedisi yang dikhususkan untuk mempromosikan pariwisata di wilayah Utara dari Manggarai Timur takjub dengan keunikan dan keindahan lotus itu.

Tim ekspedisi yang dipandu oleh Staf Humas, Agustinus Supratman serta didampingi sejumlah tenaga harian lepas dari Dinas Pariwisata yang bertugas di Kecamatan Sambirampas berkali-kali memberikan keterangan yang berkaitan dengan keunikan danau tersebut.

Kurang lebih dua jam rombongan mengamati dan memotret keunikan bunga lotus yang sedang mekar. Yang ada dalam diri rombongan adalah keheranan dengan melihat dan menyaksikan sendiri bunga lotus raksasa itu.

“Satu danau besar tumbuh bunga lotus raksasa yang satu-satunya ada di Indonesia, dan berada di Flores. Selama ini wisatawan mancanegara dan domestik selalu mengunjungi danau tiga warna di Moni, Kabupaten Ende, Danau Sano Nggoang di Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat. Kini saatnya wisatawan asing mengunjungi danau lotus terbesar. Wisatawan juga dapat menikmati buah lotus yang bisa dimakan,” tutur Lasarus Gon, salah seorang tim ekspedisi Utara kepada KompasTravel.

Albertus Harianto, wartawan Flores Pos mengaku bangga dengan Kabupaten Manggarai Timur yang memiliki aset pariwisata masih tersembunyi. Berbagai obyek pariwisata tersedia di sembilan kecamatan yang belum dikelola dengan baik berupa wisata bahari, wisata gunung, agrowisata kopi dan cengkeh, serta air terjun.

Mantan wartawan Pos Kupang, yang sekarang menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Kabar NTT, Kanis Lina Bana menjelaskan, Kecamatan Sambirampas terkenal dengan Komodo Flores yang sudah diteliti oleh peneliti dari Amerika Serikat yang didampingi almarhum Rofino Kant beberapa tahun lalu.

Pada ekspedisi Komodo Flores di Pota, saya ikut meliput terkait dengan informasi adanya binatang ajaib di Kecamatan Sambirampas. Benar, bahwa beberapa tahun lalu, tim ekspedisi ini melihat dan meneliti keberadaan Komodo Flores di bagian utara Pulau Flores.


Pulau, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT, danau tiga warna, Kelimutu, vulkanik, Danau Sano Nggoang, Danau Ranamese, bunga, lotus, wisata lombok, backpacker, wisata indonesia, liburan, wisata tiket,
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Danau Rana Tonjong di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.

“Saya sudah sering menulis pariwisata di Kecamatan Sambirampas. Saya pernah didampingi Kepala Desa Nangambaur, Warkah Jalu untuk berkeliling di beberapa obyek wisata. Kini ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur di era kepala dinas yang baru dengan kerja sama bagian Humas untuk mengundang jurnalis dalam melihat, mengamati dan mempublikasi keunikan-keunikan dari Kecamatan Sambirampas,” jelasnya.

Anggota DPRD Manggarai Timur, Adven Peding mengatakan, butuh kerja sama berbagai pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan keunikan-keunikan pariwisata di Manggarai Timur. Selama ini informasi tentang pariwisata di Manggarai Timur masih sangat minim sehingga dunia luar tidak pernah mengetahuinya.

“Saya pikir Manggarai Timur harus memiliki ikon atau branding dalam mempromosikan pariwisata. Jika tidak ada branding yang mengundang wisatawan maka pariwisata di Manggarai Timur tetap berjalan di tempat. Dinas Pariwisata harus kreatif dan memiliki inovasi dalam mengembangkan pariwisata di Manggarai Timur yang tak kalah jauh dengan kabupaten lain di Pulau Flores,” paparnya.

Di balik keunikan dan keindahan pariwisata di Manggarai Timur dibutuhkan infrastruktur jalan yang bagus menuju ke lokasi wisata. Contoh, jalan raya ke Pantai Mbolata, di Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai kabupaten di Pulau Flores belum diaspal. Ah, betapa uniknya pariwisata di Manggarai Timur. travel.kompas.

Senin, 20 April 2015

Sungai Martapura Jadi Magnet Wisata Kota Banjarmasin


PUKUL 05.00 Wita di Kota Banjarmasin, suara azan Subuh berkumandang. Langit masih gelap. Setelah suara azan tidak lagi terdengar, yang terbiasa hidup di zona waktu Indonesia bagian barat biasanya tergoda melanjutkan tidur. Apalagi, pada hari Minggu. Pukul 05.00 Wita di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih seperti pukul 04.00 WIB.

sungai, martapura, batu, kecubung, bacan, borneo, kalsel, kalimantan, backpacker, backpacker borneo, adzan, banjarmasin, wisata tiket,
Menara Pandang di taman tepian Sungai Martapura di tengah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu ikon wisata sungai di kota ini. Bangunan yang selesai dibangun Pemerintah Kota Banjarmasin pada 2014 itu menjadi tempat bersantai warga untuk menikmati panorama kota dan sungai.

Setelah subuh setiap hari Minggu, sebagian warga di Kota Banjarmasin umumnya bergegas pergi ke pusat kota. Warga tumpah ruah di ruas-ruas jalan protokol di sekitar Masjid Raya Sabilal Muhtadin, terutama di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Pierre Tendean. Dua ruas jalan yang sejajar dengan Sungai Martapura itu menjadi pusat keramaian pada akhir pekan.

Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat di kedua ruas jalan itu. Ini karena terdapat taman tepian sungai, yang oleh masyarakat setempat disebut siring. Aktivitas mingguan di jalan dan siring adalah olahraga, seperti jalan sehat, joging, senam pagi, dan bersepeda. Tak jarang pula ada kegiatan kampanye suatu produk, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Keramaian pada akhir pekan itu tidak hanya di jalan dan siring, tetapi juga di Sungai Martapura, yang membelah kota. Di sungai itu ada pasar terapung, yang menjual buah-buahan, tanaman, dan aneka makanan dan jajanan tradisional. Selain itu, ada hiburan musik tradisional dan kelotok (perahu bermotor) wisata, yang siap melayani warga menyusuri sungai.

Menurut Hasan Zainuddin, warga Kota Banjarmasin, kegiatan masyarakat di pusat kota baru hidup setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin serius menata Sungai Martapura. ”Beberapa tahun silam, daerah tepian sungai itu merupakan salah satu permukiman padat, sehingga membuat wajah kota terkesan kumuh,” kata Sekretaris Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin itu.

Namun, setelah pemkot menggusur permukiman padat di bantaran sungai dan merelokasi warga, kota ini pun mulai terlihat cantik sesuai dengan klaimnya sebagai Kota Bungas (cantik). Jargon ”Banjarmasin Bungas” yang terpampang di beberapa ruas jalan protokol, hampir tidak terbantahkan jika melihat kota yang berdiri tahun 1526 ini di pusat kota.

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, Khuzaimi, mengatakan, penataan daerah tepian Sungai Martapura di tengah kota dilakukan sejak empat tahun lalu. Kawasan kumuh perlahan-lahan diubah menjadi taman hijau yang asri, sehingga menjadi kawasan wisata sekaligus ruang terbuka bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan bersosialisasi.

Sebagai kawasan wisata sungai berbasis budaya, sejak 2014 setiap akhir pekan, pasar terapung dihadirkan di tengah kota, tanpa menghilangkan pasar terapung tradisional di Muara Sungai Kuin. Tujuh puluh pedagang dikumpulkan untuk berjualan di kawasan siring setiap Minggu. ”Tujuannya agar masyarakat dan pengunjung gampang melihat pasar terapung,” kata Khuzaimi.

Menurut Khuzaimi, pemkot menggelontorkan dana cukup besar untuk membuat kawasan wisata sungai di tengah kota dan menghidupkan pasar terapung. Namun, dana yang dikeluarkan sebanding dengan manfaatnya bagi masyarakat. Bahkan, manfaatnya bagi kehidupan warga kota jauh lebih besar. Setiap Minggu, kalau tidak hujan, pengunjung yang datang ke siring 2.000 sampai 3.000 orang.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kalsel, Aloysius Jono Purwadi, mengatakan, sungai merupakan potensi wisata yang luar biasa di Banjarmasin. Wisata sungai adalah magnet untuk menarik wisatawan datang ke Banjarmasin. Namun, potensi itu cukup lama dibiarkan terbengkalai.

Menurut Purwadi, potensi pariwisata yang bernilai jual tinggi tidak cukup hanya dipromosikan, tetapi harus dibenahi dengan serius sehingga menarik wisatawan untuk datang dan selalu ingin datang kembali.

Terus ditata

Wali Kota Banjarmasin Muhidin mengatakan, pemkot berkomitmen mengembangkan Banjarmasin menjadi kota cerdas, sehat, dan nyaman. Salah satu upayanya ialah dengan terus menata wajah kota agar menjadi lebih hijau. ”Kami ingin menjadikan Banjarmasin sebagai kota cerdas, sehat, dan nyaman dengan kekhasannya sebagai kota sungai,” katanya.

Banjarmasin memang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai. Menurut catatan Dinas Sumber Daya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, terdapat 102 sungai yang melintasi Banjarmasin. Sungai Martapura adalah yang terbilang istimewa. Sungai itu melintas di tengah kota dan seolah-olah membelah Banjarmasin menjadi dua bagian.

Muhidin mengatakan, pemkot berupaya menyelesaikan pembangunan siring di tengah kota. Panjang total siring di sisi timur dan barat Sungai Martapura adalah 6 kilometer. Pemkot juga mulai menata kawasan padat di Jalan Veteran, yang terletak tidak jauh dari siring. ”Daerah Veteran akan menjadi pecinan modern,” ujarnya.

Menurut Khuzaimi, pengembangan wisata berbasis sungai di tengah kota, sangat menunjang perekonomian Banjarmasin. Banjarmasin adalah pusat bisnis. Dengan adanya wisata di tengah kota, pebisnis yang datang ke Banjarmasin diharapkan memperpanjang waktu tinggal, untuk menikmati keindahan kota.

Sebagai warga Kota Banjarmasin, Hasan Zainuddin berharap pemkot tetap memprioritaskan penataan sungai untuk mewujudkan Banjarmasin sebagai kota hijau, sehat, dan nyaman. Kota ini bisa dan harus cerdas dari aspek lingkungan. Orang pun nanti dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia di kota tertua di Kalimantan ini. travel.kompas. 

Jumat, 17 April 2015

10 Kota Dunia Dengan Hostel Backpacker Termurah

10 Kota Dunia Dengan Hostel Backpacker TermurahMenginap di hostel merupakan salah satu cara untuk mengirit pengeluaran akomodasi selama traveling. Di antara berbagai kota besar di dunia, setidaknya ada 10 kota dunia yang memiliki biaya hostel backpacker termurah.

Adalah Numbeo, situs database terbesar dunia untuk data kontribusi user terkait harga dan biaya, membuat penelitian Cost of Living Index for Country 2015. Riset ini mengungkapkan 119 negara dengan kota yang memiliki biaya hostel backpacker murah, yaitu Backpacker Hostel Index.

Dilongok detikTravel dari situs resminya, Kamis (15/4/2015) Numbeo berpatok pada harga menginap di hostel backpacker di Kota New York, AS, dengan nilai 100 persen. Kota dunia yang indexnya di bawah 100 persen, artinya lebih murah. Maka, kita mendapatkan 10 kota dunia dengan biaya hostel backpacker yang termurah.

Berdasarkan index yang ada di situs Numbeo, disebutkan kalau Kota Madrid di Spanyol dan Roma di Italia memiliki persentase biaya Hostel Backpacker yang paling murah di dunia. Persentase biaya menginap di Madrid dan Roma hanya 2,08%-nya dibandingkan menginap di hostel backpacker di Kota New York.

Selain Madrid dan Roma, masih ada 8 kota dengan biaya menginap di hostel backpacker paling murah di dunia menurut Numbeo. Indeks disebutkan dalam satuan persen:

1. Madrid, Spanyol (2,08%)
2. Roma, Italia (2,08%)
3. Cordoba, Spanyol (6,25%)
4. Istanbul, Turki (6,25%)
5. Kathmandu, Nepal (10,42%)
6. Ottawa, Kanada (10,42%)
7. Bristol, Inggris (12,50%)
8. Ahmedabad, India (17,44%)
9. Dublin, Irlandia (18,75%)
10. Barcelona, Spanyol (35,42%)


Ilustrasi Thinkstock - travel.detik

9 Hal Baik Inilah yang Akan Kamu Rasakan, Ketika Kamu Berani Berlibur Tanpa Smartphone

Di era modern seperti sekarang, smartphone sudah menjadi kebutuhan primer, sama seperti makanan dan kamar kost. Produk teknologi ini memang sangat memudahkan hidup manusia di segala aspek, sih. Kemanapun kita pergi, kita gak pernah lupa membawanya. Termasuk saat traveling.
Liburan tanpa smartphone tuh rasanya insecurebanget. Soalnya begitu banyak hal yang memudahkanmu ada di sana, mulai dari aplikasi peta navigasi, booking hotel, penerjemah bahasa, sampai media sosial untuk berbagi momen selama perjalanan.
Tapi gak ada salahnya kok kamu mencoba jalan-jalan tanpa benda keramat itu. Istilah kerennya, digital detox. Mungkin awalnya memang terlihat susah. Tapi ketika kamu benar-benar melaksanakannya, justru hal-hal baik ini yang akan kamu rasakan:
1. Tanpa smartphone dalam genggaman, kamu akan terbebas dari arus informasi yang saling menyanggah dan ujung-ujungnya membingungkan
Tenggelam dalam arus informasi
Tenggelam dalam arus informasi via www.thevisualstoryteller.net
Coba deh kamu bayangkan, berapa jam sehari yang kamu habiskan untuk tenggelam dalam linimasa media sosial, portal berita online, maupun kanal informasi lainnya. Tanpa disadari, gempuran arus informasi yang sangat cepat berseliweran di smartphonemu itu bikin kamu “kelebihan informasi” atau information overload, apalagi sebagian besar informasi yang masuk itu gak benar-benar penting.
Nah, liburan adalah saatnya kabur sejenak dari arus informasi yang gak terbatas ini. Tanpa smartphone, kamu bisa lebih fokus dalam menikmati liburanmu.
2. Kamu bisa berkonsentrasi penuh pada traveling-mu. Gak perlu sibuk cari colokan atau WiFi karena kamu gak butuh semua itu
Melepaskan diri dari belenggu macam ini
Melepaskan diri dari belenggu macam ini via www.thevisualstoryteller.net
Tanpa kita sadari, smartphone membelenggu kita dengan beragam cara. nah, dengan meninggalkannya di rumah selama liburan, kamu akan benar-benar merasa bebas. Bebas dari arus informasi yang gak ada habisnya, bebas dari kebutuhan akan sinyal wifi, kuota internet, sampai colokan listrik serta powerbank buat ngisi ulang daya smartphonemu. Alhasil, kamu pun akhirnya bisa menikmati pengalaman liburan yang berkualitas dan berbeda dari biasanya.
3. Smartphone memang menawarkan kemudahan. Tapi, tanpa itu perjalananmu justru akan semakin menantang
Mencoba traveling yang lebih menantang tanpa aplikasi ini
Mencoba traveling yang lebih menantang tanpa aplikasi ini via galleryhip.com
Tanpa smartphone berarti kamu mesti liburan tanpa teknologi. Gak ada peta digital, gak ada aplikasi booking hotel, dan tentu saja gak ada Mbah Google yang selalu kamu andalkan. Bagi banyak orang, hal ini merepotkan dan bikin kuatir.
Tapi, coba deh lihat dari sudut pandang yang berbeda: liburanmu bakal jadi lebih seru dan menantang. Toh, orang tuamu serta orang-orang di era 10-20 tahun yang lalu juga dulu bisa tetap menikmati liburan meski tanpa smartphone, tuh. Anggap aja kamu menikmati liburan ala orang zaman dulu.
4. Tanpa peta dan navigasi digital, kamu akan lebih peka dalam membaca peta dan menentukan arah
Membaca peta dan memahami arah
Membaca peta dan memahami arah via www.huffingtonpost.com
Peta dan navigasi digital yang dimiliki smartphone memang memudahkan kita untuk menuju ke suatu tempat. Tapi, ketergantungan terhadap teknologi itu hanya akan melemahkan sense of direction atau kemampuan membaca arah yang kita punyai.
Alih-alih terus memanfaatkan peta digital, gak ada salahnya membawa peta betulan, menandai tempat-tempat yang mau kamu kunjungi di sana, dan memperhatikan setiap petunjuk jalan dengan fokus. Dengan begitu, kamu gak akan mudah kehilangansense of direction ini.
5. Memutuskan diri sejenak dari interaksi dunia maya akan membuatmu terkoneksi lebih baik dengan orang-orang yang kamu temui di dunia nyata
Terkoneksi dengan orang-orang di sekitarmu
Terkoneksi dengan orang-orang di sekitarmu via startupdope.com
Ya, liburan adalah saatnya memutuskan diri sejenak dari interaksi dunia maya yang selama ini terhubung denganmu. Tanpa smartphone yang mendistraksi, kamu akan lebih mudah terkoneksi dengan orang-orang yang ada di sekitarmu. Kamu bisa berkenalan, ngobrol, dan seru-seruan dengan warga lokal atau sesama traveler tanpa harus harus terganggu oleh notifikasi di Facebook.
6. Mau gak mau, kamu mesti menanggalkan keinginan untuk pamer lewat media sosial
Lupakan Instagram sejenak
Lupakan keinginan mengunggah foto ke Instagram barang sejenak via www.threadsuk.com
Pamer di media sosial kayaknya menjadi salah satu “penyakitnya” anak muda zaman sekarang. Makan enak di restoran apa, upload. Lagi jalan-jalan ke pantai apa, upload. Alih-alih menikmati apa yang ada di depan mata, akhirnya kamu justru terlalu sibuk update status dan mengunggah foto ke medsos macam Path dan Instagram dan mantengin berapa jumlah likes yang kamu dapat.
Tanpa adanya smartphone di tanganmu, mau gak mau kamu mesti menganggalkan kebiasaan ini. Tapi tenang, liburanmu gak akan jadi membosankan, kok. Kamu bisa bersantai, baca buku, jalan-jalan, ajojing di bar, atau bahkan ngajak kenalan seseorang, siapa tahu ketemu jodoh!
7. Dengan meninggalkan smartphone barang sejenak, kamu punya kesempatan untuk lebih mengenal dirimu sendiri
Menikmati waktu untuk diri sendiri
Menikmati waktu untuk diri sendiri via www.worldofwanderlust.com
Me-time atau waktu berkualitas yang kamu tujukan untuk dirimu sendiri itu penting lho. Selain sebagai waktu merenung, kamu juga jadi punya kesempatan untuk mengenal dirimu sendiri lebih jauh. Ya, gak cuma orang lain yang bisa diajak kenalan, dirimu pun bisa ajak bermonolog demi mengetahui lebih jauh tentang dirimu sendiri. Semua ini tentu mustahil bila ada smartphone yagn selalu menjadi pelarian di saat kamu sedang gak ngapa-ngapain.
8. Survive traveling tanpa smartphone adalah bukti bahwa kamu tetap smart meski tanpa smartphone
Tetap smart meski tanpa smartphone
Tetap smart meski tanpa smartphone via saintsonaplane.com
Smartphonemu tuh bukan otakmu, lho. Tanpa itu, kamu masih bisa tetap berfungsi, kok. Justru, sesekali benda perlu enyah dari dirimu, agar kamu bisa benar-benar berfungsi sebagai manusia lewat indera-indera yang kamu miliki. Lagian, lebih asyik mana sih, liburan tapi gak menikmati setiap detilnya gara-gara smartphone, atau benar-benar meresapi setiap pengalaman yang kamu temui dengan segala indera di tubuhmu?
Menikmati setiap momen dan mengenangnya dalam benak—bukan lewat status, check-in, maupun unggah foto ke media sosial—adalah buktinya bahwa kamu tetapsmart meski tanpa smartphone.
9. Di tempat-tempat liburan yang terpencil, sinyal tuh susah. Jadi, buat apa bawa smartphone?
Gak perlu repot-repot cari sinyal
Gak perlu repot-repot cari sinyal via proof.nationalgeographic.com
Bagi yang suka liburan ke daerah-daerah terpencil kayak gunung, pantai, dan pulau-pulau eksotis, liburan tanpa smartphone harusnya bukan hal yang sulit buat kamu. Ya, soalnya biasanya di tempat-tempat terpencil tuh sinyal cukup susah didapat. Daripada terdistraksi gara-gara bolak-balik ngecek sinyal, mendingan tinggal aja deh di rumah! hipwee
Nah, itu dia beberapa alasan kenapa kamu mesti mencoba jalan-jalan tanpa smartphone sesekali. Kalau kamu mau menambahkan pendapatmu sendiri, yuk, langsung coret-coret aja di kolom komentar.